PENGERTIAN KOMUNIKASI
Komunikasi
adalah sebuah alat atau perantara untuk bisa saling mengerti dan memahami
karena tanpa sebuah komunikasi maka matilah pengertian .
Komunikasi
merupakan alat transifer (penerima) dan juga alat untuk memberitahu. Tidak akan
terjalin komunikasi jika tidak ada yang menjadi penerimanya. Partner adalah
penerima komunikasi kita. Bahasa yang digunakan untuk komunikasi pun
bermacam-macam dan untuk berbagai macam orang juga .
A. Zaman Tanda dan Isyarat
perkembangan zaman dan alam yang
akhirnya merubah kehidupan manusia tersebut, baik perubahan dalam bentuk fisik
maupun perubahan pada kemampuan berpikir dan berkomunikasi.
Lebih dari beribu-ribu tahun lamanya, pola
komunikasi tidak hanya digunakan, tetapi juga mengalami penyempurnaan dari
waktu ke waktu, tentunya sesuai dengan kapasitas yang dimiliki. Meskipun ada
perkembangan dalam proses komunikasi, proses itu belum mengarah pada penggunaan
bahasa atau percakapan sebagai alat komunikasi yang bisa dilakukan manusia
dewasa ini. Perkembangan penting komunikasi dalam era ini adalah digunakannya
bahasa tanda dan isyarat sebagai alat komunikasi. Munculnya tanda dan isyarat
sebagai alat komunikasi berasal dari penyempurnaan penggunaan suara (geraman,
tangisan, dan jeritan) sebagai alat komunikasi.[4]
B. Zaman Bahasa Lisan
Zaman komunikasi lisan ini berjalan
kira-kira 300.000 sampai 200.000 tahun SM. Era ini juga ditandai dengan
lahirnya embrio kemampuan untuk berbicara dan berbahasa secara terbata-bata
dalam kelompok masyarakat tertentu. Oleh karena itu, manusia pada zaman ini
sering disebut dengan homosapiens.
Daripenelitian yang pernah dilakukan, kemmapuan berbicara dalam sistem bahasa
baru terjadi sekitar 90.000 tahun sampai 40.000 tahun SM. Sementara itu bahasa
secara lengkap mulai digunakan kira-kira 35.000 tahun SM.
Manusia jenis Cro Magnon menjadi ciri utama
era ini. Di awal periode kehidupannya, mausia jenis itu sudah mempunyai
keahlian di dalam membuat peralatan yang berasal dari batu. Sebagaimana kita
ketahui, budaya manusia awalnya dimulai dengan tulisan. Zaman Batu merupakan
salah satu perkembangan awal pengenalan bahasa yang ditulis (meskipun hanya
berupa gambar yang di buat pada batu).
Meskipun perkembangan teknologi komunikasi
diawali dengan penemuan-penemuan mesin pencetak huruf di kemudian huruf, namun
perkembangan komunikasi itu sendiri dimulai dengan kepandaian melukis hewan
buruan di gua-gua yang diabadikan secara grafik kurang lebih 20.000 tahun yang
lalu.[5]
Pada awal sejarah perkembangan manusia
dalam mengenal tulisan, mereka telah memahat atau mengukir gambar binatang dan
manusia pada tulang, batu, taring, dan bahan-bahan yang lain. Manusia pada era
ini biasanya mewariskan lukisan indah pada dinding beberapa gua di daerah
mereka tinggal. Ratusan gua itu pernah ditemukan di Spanyol dan Perancis bagian
selatan.
Hampir setiap orang membutuhkan hubungan
sosial dengan orang-orang lainnya, dan kebutuhan ini terpenuhi malaui pertukaran
pesan yang berfungsi sebagai jembatan untuk mempersatukan manusia-manusia yang
tanpa berkomunikasi akan terisolasi. Pesan-pesan ini mengemuka lewat perilaku
manusia.
Ketika kita berbicara, kita sebenarnya
sedang berperilaku. Ketika kita melambaikan tangan, tersenyum, bermuka masam,
menganggukkan kepala, atau memberikan suatu isyarat, kita juga sedang
berperilaku. Sering perilaku-perilaku ini merupakan pesan-pesan, pesan-pesan
itu kita gunakan untuk mengkomunikasikan sesuatu kepada orang lain.[6]
C. Zaman Tulisan
Kecakapan manusia berkomunikasi secara
lisan menurut perkiraan berlangsung sekitar 50 juta tahun, kemudian memasuki
generasi kedua di mana manusia mulai memiliki kecakapan berkomunikasi melalui
tulisan.
Bukti kecakapan ini ditandai dengan
ditemukannya tanah liat yang bertulis di Sumeria dan Mesopotamia sekitar 4000
tahun sebelum masehi. Kemudian berlanjut dengan ditemukannya berbagai tulisan
di kulit binatang dan batu arca. Lalu secara berturut-turut dapat disebutkan
pemakaian huruf kuno di Mesir (3000 tahun SM), alphabet Phunesia (1800 tahun
SM), huruf Yunani Kuno (1000 tahun SM), huruf Latin (600 tahun SM).[7]
Di Mesopotamia kuno (berasal dari kata
dalam bahasa Yunani yang berarti “tanah di antara dua sungai”) banyak sekali
kelompok yang menghentikan pengembaraannya dan mulai membangun tempat tinggal
yang permanen. Inilah kota-kota yang pertama. Tahun 6000 SM, Lembah Sabit Subur
juga menjadi tempat lahirnya peradaban.
Mendekati tahun 3.500 SM, manusia memiliki
gagasan untuk mengembangkan serangkaian lambang yang sederhana yang dapat
dipahami oleh kalangan luas, yaitu huruf. Huruf mewakili suara yang diucapkan
dan dengan berbagai cara, satu huruf dapat digabungkan dengan huruf lain
sehungga membentuk apa yang kita namkan kalimat. Sistem ini disebut abjad fonetik.
Umat manusia sudah berada di muka bumi ini
setengah juta tahun yang silam. Tulang-belulang Australopithecus yang baru-baru ini ditemukan,
makhluk yang menyerupai kera yang oleh para ilmuwan dipercayai sebagai nenek
moyang manusia modern, usianya empat juta tahun.
Tahun yang menandai manusia membentuk
kelompok atau hidup bergerombol untuk pertama kalinya adalah athun 20.000 SM.
Beberapa kelompok manusia hidup bersama di sebuah kemah yang acap kali dibuat
setengah permanen.
Awalnya, mereka tidak pernah menetap di
suatu tempat, karena sifat dasar manusia adalah mengembara. Mereka berpindah
tempat sesuai dengan musim dan menetap untuk sementara di suatu tempat d mana
ditemukan sumber makanan mereka, antara lain, binatang buas dan tanaman
musiman.
Setelah berlangsung ribuan tahun lamanya,
sampailah manusia ke zaman tulisan (zaman ini muncul sekitar 5000 tahun sebelum
masehi). Komunikasi tidak lagi dilakukan hanya dengan mengandalkan lisan,
tetapi didukung pula oleh bahasa tulis.
Sebuah prasasti yang ditemukan
menginformasikan bahwa sekitar 4000 tahun SM ditemukan kota kuno di Mesopotamia
dan Mesir. Sebagaian besar prasasti ini menggambarkan lukisan dengan kasar atau
goresan pada dinding bangunan.
Dari penemuan prasasti ini bisa dikemukakan
bahwa sudah ada standarisasi makna pesan. Misalnya, secara sederhana gambaran
matahari bisa berarti siang hari, membungkuk dengan tanda panah berarti
memburu, dan garis yang berombak berarti danau atau sungai. Semua ini menjadi
simbol awal dari sejarah kemunculan era tulisan.
Beberapa lukisan di antaranya sudah
mengunakan komposisi warna. Bahkan lukisan tersebut menjadi cikal bakal
lukisan-lukisan saat ini. Manusia di zaman ini melukis banteng, rusa kutub, dan
binatang lain yang mereka buru. Dan yang lebih penting lagi adalah bahwa mereka
telah membuat pakaian dari kulit binatang dan menmukan teknik pengerasan tanah
liat dengan menggunakan api.
Lukisan-lukisan yang dibuat oleh manusia
jenis Cro Magnon ini bisa dikatakan menjadi bukti pertama usaha manusia terbaik
pertama dalam upayanya menyimpan informasi.[11]
Sementara itu tulisan alfabet muncul kurang
dari seratus tahun kemudian dan berkembang secara cepat. Tulisan tersebut
menyebar ke seluruh dunia kuno, dan baru beberapa abad kemudian sampai ke
negeri Yunani. Lambat laun gagasan penggunaan simbol huruf konsonan dan vokal
muncul. Saat itu karakter yang dibutuhkan kurang lebih seratus. Suatu jumlah
yang sangat besar tentunya, karena padahal sekarang ini kita hanya mengenal dua
pulu enam karakter huruf.
Sesudah banyak variasi pembahasan sejarah
perkembangan tulisan, satu kejadian yang tidak boleh kita tinggalkan adalah
peristiwa di Yunani. Bangsa ini telah secara efektif dan sederhana mempunyai
sistem standarisasi huruf. Sekitar 500 tahun SM, mereka telah secara luas
menggunakan alfabet.
Akhirnya, alfabet orang-orang Yunani masuk
ke Roma yang kemudian dibangun serta dimodifikasi. Dewasa ini, kita menggunakan
huruf-huruf kapital (majuscule)
dan huruf kecil (miniscule)
yang berasal dari Roma itu.
Lambat laun sistem tulisan alfabet ini
berkembang secara cepat dan lengkap. Tanpa bantuan sistem tulisan ini bisa jadi
populasi penduduk yang buta huruf akan menjadi lebih besar. Perkembangan yang
penting pun terjadi pula dalam ilmu pengetahuan, lukisan, pemerintahan, dan
keagamaan.
Sekitar 2500 tahun (sebelum munculnya agama
Kristen), orang Mesir menemukan metode pembuatan jenis kertas yang dapat tahan
lama dari papyrus.
Dibandingkan dengan batu, papyrus
jelas lebih baik. Alasannya lebih mudah menulis di papyrus dengan kuas dan tinta daripada memahat di
atas batu. Papyrus
itu sendiri asal-usulnya ditemukan di muara Sungai Nil. [12]
The
oldest books were quite unlike our modern ones. They were baked clay tablets
that were used about 5.500 years ago, in Babylon and Nineveh in Asia Minor.
The Egyptians who lived in the valley of the Nile found a better
material than clay to use for books. They used a reed-like plant, called
“papyrus”.[13]
“Media
Buku dahulu adalah lempengan tanah liat yang dibakar, yang digunakan sekitar
5.500 tahun yang lalu, di daerah Babilonia dan Nineveh, sebuah daerah di Asia
Kecil.
Orang-orang Mesir yang tinggal di Lembah Sungai
Nil menemukan bahan yang lebih bagus dari pada tanah liat untuk dibuat menjadi
buku. Mereka menggunakan semacam tanaman yang disebut dengan papyrus.”
D. Zaman Kemunculan Retorika
Sebagai cikal bakal ilmu komunikasi,
retorika mempunyai sejarah yang panjang. Para ahli berpendapat bahwa retorika
sudah ada sejak manusia ada. Akan tetapi, retorika sebagai seni bicara yang
dipelajari dimulai pada abad kelima sebelum masehi, ketika kaum Sofis di Yunani
mengembara dari tempat yang satu ke tempat yang lain untuk mengajarkan
pengetahuan mengenai politik dan pemerintahan dengan penekanan terutama pada
kemampuan berpidato.
Pemerintah, menurut kaum Sofis, harus
berdasrkan suara terbanyak atau demokrasi sehingga perlu adanya usaha membujuk
rakyat demi kemenangan dalam pemilihan-pemilihan. Maka berkembanglah seni
berpidato yang membenarkan pemutarbalikan kenyataan demi mencapai tujuan, yang
terpenting khalayak bisa tertarik perhatiannya dan terbujuk.[14]
Orang yang pertama-tama dianggap
memperkenalkan oratori atau seni berpidato adalah orangYunanai Sicilia. Tetapi
tokoh pendiri sebenarnya adalah Corax dari Srakuasa (500 SM). Dialah yang
mula-mula meltakkan sistematika oratori atas lima bagian.[15]
Sudah sejak permulaan perkembangan retorika
menimbulkan perbedaan pendapat (kontroversi) mengenai beberapa hal yang
menyangkut retorika. Kontroversi tersebut menyangkut persoalan pamakaian unsur stilistika, menyangkut
hubungan antara retorika dan moral, dan masalah pendidikan. dalam
pidato-pidato.
Kontroversi pertama menyangkut persoalan:
apakah perlu mempergunakan unsur-unsur stilistika dalam pidato. Ada tiga
aliran, yaitu yang menyetujui penggunaan unsur stilistika, yang menolak, dan
yang berada di luar aliran pertama dan kedua.
Kontroversi kedua menyangkut relasi antara
retorika dan moral: apakah dalam pidato harus juga diindahkan masalah moral.
Dalam pidato biasanya tidak dikemukakan pembuktian-pembuktian secara ilmiah.
Pidato lebih banyak berbicara mengenai kemungkinan-kemungkinan, karena
pendengar biasanya adalah orang-orang yang tidak berpendidikan, atau
orang-orang yang tidak senang mendengarkan pidato. Sebab itu Gorgias dari
Leontini, berpendirian bahwa seorang orator harus menyampaikan bukti-bukti baik
mengenai keadilan dan ketidakadilan dengan cara yang sama baik.
Kontroversi ketiga yang juga sudah timbul
sejak permulaan perkembangan retorika adalah masalah pendidikan. Kontroversi
yang kedua mempunyai ikatan dengan yang ketiga ini. Ahli-ahli retorika yang
siap menerima tanggung jawab moral dalam retorika, mengkritik rekan-rekan
mereka yang mencoba memperoleh keuntungan dalam profesi mereka, terutama dalam
pengadilan. Akibatnya mereka juga tidak mencapai kata sepakat mengenai topic
mana saja yang harus dimasukkan dalam pelajaran retorika di pusat-pusat
pendidikan.[16]
Betapa pentingnya retorika dapat dilihat
dari peranan retorika dalam demokrasi. Dalam hubungan ini terkenal seorang
orator bernama Demosthenes (384-322) yang pada zaman yunani sangat termasyhur
karena kegigihannya mempertahankan kemerdekaan Athena dari ancaman Raja
Phillipus dari Macedonia.
Pada waktu itu telah menaji anggapan umum
bahwa di mana terdapat sistem pemerintahan yang berkedaulatan rakyat, di situ
harus ada pemilihan berkala dari rakyat dan oleh rakyat untuk memilih
pemimpin-pemimpinnya. Di mana demokrasi menjadi sistem pemerintahan, di situ
dengan sendirinya masyarakat memerlukan orang-orang yang mahir berbicara di
depan umum.
Demosthenes pada masa jayanya itu
meningkatkan kebiasaan retorika yang berlaku pada zamannya, dan lebih
menekankan pada:
a. Semangat yang berkobar-kobar
b. Kecerdasan pikiran,
c. Kelainan dari yang lain[17]
Sementara itu di Romawiyang mengembangkan
retorika adalah Marcus Tulius Cicero (106-43 SM) yang menjadi termasyhur karena
suaranya dan bukunya yang berjudul antara lain de Oratore. Sebagai seorang orator yang ulung, Cicero
mempunyai suara yang beratmengalun, bahkan kadang-kadang pidatonya itu disertai
cucuran air mata.
Cicero mengajarkan bahwa dalam mempengaruhi
pendengar-pendengarnya seseorang retor harus meyakinkan mereka dengan
mencermnkan kebenaran dan kesusilaan. Dalam pelaksanaannnya retorika meliputi:
a. Investio
Ini berarti mencari bahan dan tema yang
akan dibahas. Pada tahap ini bahan-bahan dan bukti-bukti harus dibahas secara
singkat dengan memperhatikan keharusan pembicara:
1. mendidik
2. membangkitkan kepercayaan
3. menggerakkan hati
b. Ordo Collocatio
Ini mengandung arti menyusun pidato yang
meminta kecakan si pembicara dalam memilih mana yang lebih penting, mana yang
kurang penting. Penyusun pidato juga diminta untuk memperhatikan:
1. exordium
(pendahuluan)
2. narratio
(pemaparan)
3. confirmation
(pembuktian)
4. reputation
(pertimbangan)
5. peroratio
(penutup) [18]
Demikian retorika di Romawi yang banyak
persamaannya dengan retorika yang berlaku d Yunani.
Aristoteles berpendapat bahwa pada waktu
lahir jiwa manusia tidak memiliki apa-apa, sebuah meja lilin yang siap dilukis
oleh pengalaman. Dari Aristoteles, John Locke (1632-1704), tokoh empirisme
Inggris, meminjam konsep ini. Menurut kaum empiris, pada waktu lahir manusi
tidak mempunyai “warna mental”. Warna ini didapat dari pengalaman. Pengalaman
adalah satu-satunya jalan kepemilikan pengetahuan.
Di Yunani, sejak abad kelima sebelum
masehi, terkenal sebuah tempat pemujaan Apollo di Delphi. Ke tempat inilah
raja-raja dan rakyat banyajk meminta nasihat. Seorang pendeta wanita duduk di
atas kursi yang dipenuhi asap dari sajian pemujaan.
Dalam keadaan fana, pendeta tersebut
menjawab pertanyaan pengunjung, dari masalah kontes lagu sampai urusan agama
dan politik. Ketika penjahat-penjahat di koloni Locri meminta nasihat bagaiman
mengatasi kekacauan, orakel Delphi menjawab: “Buat hukum bagimu.” Ketika
orang-orang bertanya siapa manusia paling bijak, dewa Apollo melalui mulut
pendeta Delphi menjawab: ”Socrates”. Dari Delphi menyebar motto yang terkenal :Gnothi Seauthon (kenalilah dirimu).
Motto ini mengusik para filsuf untuk
mencoba memahami dirinya, sehingga kabarnya motto inilah yang mendorong
berkembangnya filsafat di Yunani.[19]
E. Perkembangan Teknik Pengiriman Pesan
Meskipun ada anggapan yang mengatakan
adalah ide yang menghasilkan pengetahuan, tetapi baik ide maupun pengetahuan
adalah produk dari pengalaman. Secara psikologis, ini berarti seluruh perilaku
manusia, kepribadian, dan tempramen ditentukan oleh perilaku masa lalu.[20]
Apa yang telah tejadi di masa lalu adalah
sebuah pengalaman yang mengajarkan hal-hal untuk sesuatu yang baru. Pengalaman
akan kesulitan berkomunikasi maupun pengiriman pesan dalam komunikasi itu
sendiri telah mengajarkan manusia untuk terus mencari dan menyempurnakan suatu
proses komunikasi yang lebih efektif daripada yang sebelumnya.
Misalnya penentuan lambang atau
simbol-simbol yang dipahami bersama, adalah pengaruh dari keterbatasan dan
kesulitan berkomunikasi pada masa sebelumnya yang dikarenakan oleh belum
ditentukannya kesamaan lambang dan simbol tersebut.
Sejak zaman primitif sampai sekarang, semua
kelompok manusia tergantung pada komunikasi tatap mata, berhadap-hadapan. Akan
tetapi diperlukan adanya sistem mengirim pesan untuk mengatasi ruang dan waktu.
Dikisahkan bahwa Persia tua telah
mendirikan serangkaian menara yang dinamakan “pos seruan”, dan menempatkan
orang yang bersuara nyaris dan keras atasnya untuk meneruskan berbagai pesan
dengan cara berteriak, beranting dari satu menara ke lain menara.
Orang Romawi mengoperasikan suatu
organisasi pelayanan kurir yang dinamakan cursus
publicus. Antara tahun 1305 sampai awal tahun 1800-an, perusahaan
House of Taxis telah meneylenggarakan suatu bentuk pelayanan kkilat berkuda di
seluruh Eropa. Pada tahun 1628, organisasi ini memperkerjakan 20.000 karyawan.
Para kurirnya berseragam biru dan perak menjelajahi seluruh Eropa dengan
membawa pesan antara para pangeran dan jenderal, saudagar dan peminjam uang.[21]
Kantor pos adalah saluran pertama yang
terbuka lebar bagi komunikasi era industri. Pada tahun 1837, kantor pos Inggris
bukan saja membawa berbagai pesan kaum elit, tetapi juga melayani 88 juta
kiriman setahun, suatu komunikasi yang luar biasa volumenya dalam ukuran waktu
itu.
Pada tahun 1960, ketika era industry
mencapai puncaknya, jumlah itu mencapai 10 milyar kiriman. Pada tahun yang
sama, kantor pos Amerika Serikat mendistribusikan rata-rata 355 kiriman pos
dalam negeri persetiap pria, wanita, dan anak di negeri itu.[22]
F. Kemajuan Teknologi Komunikasi
Komunikasi makin berkembang dengan
ditemukannya mesin cetak di Cina pada abad ke-10 yang mluas ke Jepang abad
ke-12. Akhirnya komunikasi mulai dapat menembus jarak dan waktu, terutama
setelah Johannes Gutenberg menemukan mesin cetak pada tahun 1440.
Perkembangan komunikasi makin sempurna
dengan adanya berbagai penemuan baru. Louis Daguerre menemukan fotografi yang
dapat mengabadikan rupa dan peristiwa (1822). Samuel Morse menemukan telegrafi
jarak jauh pertama (64 KM: 1844).
Thomas Alva Edison menemukan perekam bunyi
(fonograf) pertama, yang dapat
mengabadikan komunikasi lisan secara praktikal (1877). Alexander Graham Bell
menemukan telpon yang dapat mempercepat komunikasi pengganti suara yang sangat
memakan waktu dan tenaga (1876).
Guglielmo Marconi menemukan radio telegrafi
(1898), disusul penemuan radio teleponi oleh Reginald Fressenden(1900). Malam
Natal tahun 1906, Fressenden merintis siaran radio pertama di dunia.
Selanjutnya Edison menemukan film bicara
(1913). Televisi dirintis oleh Paul Nipkov (1883). Sejak tahun 1935, televisi
merupakan alat komunikasi mutakhir.
Sementara itu teleks muncul di eropa awal
tahun 30-an:jaringannya meluas setelah Perang Dunia II, yang mempercepat
penyampaian berita dalam media massa.
Setelah itu ditemukannya kapal api oleh
Robert Fulton (1807), kereta api oleh George Stephenson (1825), serta pesawat
terbang oleh dua bersaudara Wilbur dan Orville Wright (1903), merupakan
penyempurnaan teknologi pengangkutan yang langsung mempengaruhi kelancaran
komunikasi.[23]
Tahun-tahun tersebut adalah tahapan di mana
komunikasi terus mengalami kemajuan dan penyempurnaan. Bahkan di masa sekarang
kita mengenal yang namanya internet, handphone,
komputer, serta beragam teknologi komunikasi yang sudah menggunakan teknik
digital.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar